Menjadi “IBU” sama
dengan New Learner? Kenapa saya sebut begitu?
Alright, itu memang
sebutan yang saya stempelkan pada diri saya sendiri sih sebenernya. Hehee...
Menjadi ibu adalah
“kodrat, takdir nasib” atau apalah sebutan lainnya untuk perempuan. Yea memang
sangat betul sekali. Tetapi yang kurang sreg ketika melihat seorang perempuan
yang menjadi ibu tetapi hanya ibu-ibuan. Hihiii , apa sih maksudnya.
Kurang lebih yang
saya maksud adalah seperti ini. Ibu bertugas melahirkan, mengurus anak,
mengurus rumah-tangga. Ketika memiliki anak maka anak itu akan berkembang
dengan sendirinya asal kita kasih kebutuhan pokoknya. Anak lapar, oke kasih
makan. Anak butuh baju, oke kita belikan baju, anak butuh mainan, oke kita ke
toko mainan. Tetapi saat anak rewel, anak sakit, anak tidak seperti anak yang
lainnya, masih banyak orangtua yang tidak atau yah kurang mau tau sajalah lebih
enaknya terhadap kebutuhan psikologis anak.
Salah satu hal yang
tidak ingin saya adalah menjadi menjadi
ibu-ibuan. Oke lah memang kita belajar banyak hal dari orang jaman dulu. Biar
ga kejauhan, kita ambil orangtua kita saja lah yaa (dalam mengurus anak). Apa
yang orangtua terapkan dalam mendidik anak-anaknya dulu bukan untuk kita
abaikan begitu saja. Banyak hal yang perlu kita pelajari. Akan tetapi yang
tidak kalah harus kita lakukan adalah memberikan modifikasi-modifikasi serta
beberapa revisi apabila hal tersebut kurang pas (menurut kita, sesuai jaman dan
menurut internet..hehehehee).
Pengalaman adalah
ketika saya menjadi new Mom seperti ini. Sebelum menjadi new mom, browsing
adalah kegiatan saya sehari-hari. Mulai dari awal hamil sampai anak saya
sekarang usia 2 tahun, mesin pencari di internet menjadi teman akrab yang
banyak membantu saya. Banyak mencari, banyak membaca, banyak praktek, melakukan
trial dan error, kemudian melakukan evalusi dan melihat hasilnya. Nhaaa kan akhirnya
sama seperti seorang pelajar.
Banyak sih memang
yang kadang meragukan. Seperti contoh ketika anak sakit, setelah searching juga
saya coba menerapkan ke anak untuk tidak gegabah memberikan obat, mencoba
melihat apa penyebabnya, mencoba mempraktekkan beberapa tips dan trik yang sudah ada dalam catatan saya. Dan hasilnya,
oke kok! Bisa dibilang raport saya dapet nilai 9. Hahaaaa ....
Selain itu adalah
ketika anak saya rewel. Beberapa orang teman atau saudara menyarankan beberapa
mitos yang harus dilakukan mulai yang masuk akal sampe yang ga masuk logika
(tetapi tetap saya masukkan telinga lah demi menghargai orang lain). Untuk
hal-hal itu saya tidak tau seberapa besar tingkat validitas dan keberhasilannya
karena ga pernah nyoba sih. Hihiii.
Dan yang saya
lakukan adalah terus browsing mengenai apa yang harus saya lakukan. Dalam hal
ini memang ada kerewelan yang bisa saya atasi tetapi ada pula beberapa yang
belum bisa saya atasi.
Tapi tetap saja
saya tidak mau menyerah dengan menerapkan hal-hal yang menurut saya tidak masuk
akal (ngomong-ngomong meski tidak masuk akal, saya tetap nyari juga lo
informasinya di internet tentang yang tidak masuk akal itu untuk meyakinkan
apakah itu bisa di coba atau tidak :D :D)
So,
yang saya maksud New mom = new learner adalah ketika saya (alhamdulillah)
selalu pengen melihat perkembangan anak saya, mencocokan dengan beberapa ilmu
yang pernah saya pelajari, mencoba mencari solusi ketika menemui sebuah
permasalahan pada si anak, tidak menyerah untuk mencoba menerapkannya dan
jangan lupa merayakannya apabila itu berhasil (hahaaa, tak ada salahnya). Yah
yang paling menarik untuk menjadi kesimpulan bagi saya adalah menjadi ibu
membuat saya kembali rajin belajar!! J J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar