Manusia
selama perjalanan hidupnya mengalami proses yang dinamakan perkembangan dimana di dalamnya terdapat beberapa tahapan-tahapan
. Tahap perkembangan manusia akan di mulai dari Bayi, Kanak-kanak, Remaja,
Dewasa dan Usia Lanjut. Salah satu tahapan
yang menurut saya menarik untuk di bahas adalah Tahap perkembangan manusia
Dewasa. Dalam tahapan ini terdapat sebuah peristiwa yang mana secara naluriah
di butuhkan oleh manusia yaitu menjalin hubungan dengan lawan jenis yang
dilanjutkan kepada proses lebih lanjut yang bernama pernikahan
Pernikahan merupakan
sebuah prosesi sakral yang dilakukan untuk menyatukan 2 manusia berlawanan
jenis dan bentuk pengesahan dari hubungan tersebut. Pernikahan menjadi
angan-angan setiap orang tentunya dengan membawa harapan-harapan lebih
lanjut. Adakah orang yang menikah hanya
bertujuan untuk mengesahkan hubungan saja? Yaah, mungkin memang ada meski itu
hanya terjadi pada satu atau dua orang di dunia ini. Secara psikologis, manusia
memiliki needs diantaranya untuk melanjutkan keturunan melalui sebuah
pernikahan.
Pada tahap selanjutnya
kebutuhan yang di inginkan dan dilalui setelah pernikahan adalah memiliki buah
hati . Kehadiran buah hati tentu membawa warna tersendiri untuk sebuah
keluarga. Kehadiran buah hati akan membawa sebuah kebanggan bagi masing-masing
pasangan. Melahirkan buah hati, membesarkan mereka dengan kasih sayang, menyekolahkan
sampai dengan melihat mereka tumbuh dengan memberikan kebanggaan kepada kita
(orang tuanya).
POSITIF! Wow
amazing! Saya kira semua perempuan yang telah menikah akan sangat gembira
dengan kondisi ini. Begitu tak terkira dan campur aduk yang mereka rasakan.
Antara kegembiraan yang meluap, bingung, kaget, bangga, haru dsb. Terlebih saat
harus mengatakan berita kepada si calon ayah dan keluarga lainnya. That’s
amazing moment. Tak pelak semua hal terasa sangat berubah dan berbeda. Suami
yang begitu perhatian, teman-teman yang selalu memberikan pelayanan ekstra
(hehe), serta lingkungan sekitar yang lebih respect terhadap calon bunda.
Hari demi
hari, bulan demi bulan akan terlampaui tanpa terasa. Banyak sekali kejadian unik
yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya. Seperti halnya mual, muntah,
pusing, kaki bengkak, perut melar, ngidam serta kejadian-kejadian lain yang
mewarnai perjalanan sepanjang kehamilan. Semakin lama semakin terasa betapa
perut semakin memberat, semakin membesar dan mulai terasa ada makhuk hidup yang
bergerak2 di dalam perut bunda (indahnya J).
Ketika saat
yang dinanti-nanti tiba, banyak persiapan yang akan di lakukan calon bunda.
Mulai dari mempersiapkan baju-baju untuk si kecil, kamar bayi, box, mainan
serta yang paling penting barang-barang yang di perlukan dalam melahirkan.
Bunda mulai di sarankan untuk banyak berjalan oleh dokter, banyak bergerak,
rutin mengikuti senam kehamilan dan latihan-latihan dalam persalinan. Calon
ayah dan bunda berharap-harap cemas menanti si buah hati, membayangkan
bagaimana nanti wajahnya, cemas dan selalu berdoa untuk proses kelahiran yang
sehat.
Hari yang
dinanti-nanti pun tiba. Rona kebahagiaan terpancar dari raut wajah sang ayah
dan bunda baru. Beribu ucap syukur terpanjatkan kepada-Nya. Mendengar tangisan
pertama sang buah hati, menimang dengan hati-hati, merasakan begitu indahnya
kelekatan di saat pertama menyusui dan tentunya perasaan menjadi pasangan yang
sempurna. Memberikan nama yang indah, membaca “mirip siapa” wajah si kecil,
mengajaknya berbicara dengan lembut, menyenandungkan nyanyian pengantar tidur
adalah kegiatan-kegiatan yang lucu sekaligus menyenangkan bagi ayah dan bunda.
Sekelumit perjalanan yang dilalui seorang
bunda. Menjadi seorang ibu bagi saya adalah tanggung jawab paling mulia. Rasa
sakit ketika melahirkan, rasa kantuk tak tertahan ketika sang buah hati kurang
nyenyak di malam hari, rasa lelah, kerepotan mengurus suami, anak dan rumah akan
berbuah SURGA. Insyaallah, Aamiin. Pengorbanan yang tidak ada henti dan
keihklasan di butuhkan untuk menjalaninya. Menjadi ibu, menjadi guru , menjadi
penasehat dan menjadi penyemangat dalam keluarga adalah tugas mulia dari makhluk
yang bernama PEREMPUAN.