3.12.2014

A NEW MOM = A NEW LEARNER

Menjadi “IBU” sama dengan New Learner? Kenapa saya sebut begitu?
Alright, itu memang sebutan yang saya stempelkan pada diri saya sendiri sih sebenernya. Hehee...
Menjadi ibu adalah “kodrat, takdir nasib” atau apalah sebutan lainnya untuk perempuan. Yea memang sangat betul sekali. Tetapi yang kurang sreg ketika melihat seorang perempuan yang menjadi ibu tetapi hanya ibu-ibuan. Hihiii , apa sih maksudnya.
Kurang lebih yang saya maksud adalah seperti ini. Ibu bertugas melahirkan, mengurus anak, mengurus rumah-tangga. Ketika memiliki anak maka anak itu akan berkembang dengan sendirinya asal kita kasih kebutuhan pokoknya. Anak lapar, oke kasih makan. Anak butuh baju, oke kita belikan baju, anak butuh mainan, oke kita ke toko mainan. Tetapi saat anak rewel, anak sakit, anak tidak seperti anak yang lainnya, masih banyak orangtua yang tidak atau yah kurang mau tau sajalah lebih enaknya terhadap kebutuhan psikologis anak.

Salah satu hal yang tidak ingin saya  adalah menjadi menjadi ibu-ibuan. Oke lah memang kita belajar banyak hal dari orang jaman dulu. Biar ga kejauhan, kita ambil orangtua kita saja lah yaa (dalam mengurus anak). Apa yang orangtua terapkan dalam mendidik anak-anaknya dulu bukan untuk kita abaikan begitu saja. Banyak hal yang perlu kita pelajari. Akan tetapi yang tidak kalah harus kita lakukan adalah memberikan modifikasi-modifikasi serta beberapa revisi apabila hal tersebut kurang pas (menurut kita, sesuai jaman dan menurut internet..hehehehee).

Pengalaman adalah ketika saya menjadi new Mom seperti ini. Sebelum menjadi new mom, browsing adalah kegiatan saya sehari-hari. Mulai dari awal hamil sampai anak saya sekarang usia 2 tahun, mesin pencari di internet menjadi teman akrab yang banyak membantu saya. Banyak mencari, banyak membaca, banyak praktek, melakukan trial dan error, kemudian melakukan evalusi dan melihat hasilnya. Nhaaa kan akhirnya sama seperti seorang pelajar.

Banyak sih memang yang kadang meragukan. Seperti contoh ketika anak sakit, setelah searching juga saya coba menerapkan ke anak untuk tidak gegabah memberikan obat, mencoba melihat apa penyebabnya, mencoba mempraktekkan beberapa tips dan trik yang  sudah ada dalam catatan saya. Dan hasilnya, oke kok! Bisa dibilang raport saya dapet nilai 9. Hahaaaa ....

Selain itu adalah ketika anak saya rewel. Beberapa orang teman atau saudara menyarankan beberapa mitos yang harus dilakukan mulai yang masuk akal sampe yang ga masuk logika (tetapi tetap saya masukkan telinga lah demi menghargai orang lain). Untuk hal-hal itu saya tidak tau seberapa besar tingkat validitas dan keberhasilannya karena ga pernah nyoba sih. Hihiii.
Dan yang saya lakukan adalah terus browsing mengenai apa yang harus saya lakukan. Dalam hal ini memang ada kerewelan yang bisa saya atasi tetapi ada pula beberapa yang belum bisa saya atasi.
Tapi tetap saja saya tidak mau menyerah dengan menerapkan hal-hal yang menurut saya tidak masuk akal (ngomong-ngomong meski tidak masuk akal, saya tetap nyari juga lo informasinya di internet tentang yang tidak masuk akal itu untuk meyakinkan apakah itu bisa di coba atau tidak :D :D)


So, yang saya maksud New mom = new learner adalah ketika saya (alhamdulillah) selalu pengen melihat perkembangan anak saya, mencocokan dengan beberapa ilmu yang pernah saya pelajari, mencoba mencari solusi ketika menemui sebuah permasalahan pada si anak, tidak menyerah untuk mencoba menerapkannya dan jangan lupa merayakannya apabila itu berhasil (hahaaa, tak ada salahnya). Yah yang paling menarik untuk menjadi kesimpulan bagi saya adalah menjadi ibu membuat saya kembali rajin belajar!! J J